Archive

Archive for the ‘Ilmu agama’ Category

Sedekah Tidak Mengurangi Harta

May 19, 2011 Leave a comment

Sedekah tidaklah mungkin mengurangi harta … Yakinlah!

Dari Asma’ binti Abi Bakr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padaku,

لاَ تُوكِي فَيُوكى عَلَيْكِ

Janganlah engkau menyimpan harta (tanpa mensedekahkannya). Jika tidak, maka Allah akan menahan rizki untukmu.”

Dalam riwayat lain disebutkan,

أنفقي أَوِ انْفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلاَ تُحصي فَيُحْصِي اللهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُوعي فَيُوعي اللهُ عَلَيْكِ

Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut[1]. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.”[2]

Hadits ini dibawakan oleh Yahya bin Syarf An Nawawi dalam Riyadhus Shalihin pada Bab “Kemuliaan, berderma dan berinfaq”, hadits no. 559 (60/16). Read more…

Categories: Hukum Islam, Ilmu agama

Jangan Marah

May 18, 2011 Leave a comment

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam“Berilah saya nasihat.” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah.” (HR. Bukhari).

Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi’at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia.”

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring.” (HR. Ahmad, Shohih) Read more…

Categories: Ilmu agama, Nasihat

Tata Cara Wudhu yang Benar

May 17, 2011 Leave a comment

Bismillah.. Bagi sebagian orang mungkin akan sedikit heran dan bertanya-tanya mengenai tata cara wudhu yang sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, terutama setelah membaca artikel ini..  Hal ini disebabkan karena sudah terbiasanya sebagian muslim menerapkan tata cara wudhu yang diajarkan oleh orangtuanya atau guru ngajinya sewaktu kecil, dan ternyata apa yang dipelajari sewaktu kecil berbeda dengan apa yang diajarkan Nabi. Dengan kata lain, wudhu yang kita lakukan selama ini salah, dan bukan bersumber dari ajaran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Seperti halnya sebagian besar muslim lainnya. Saya juga cukup lama berwudhu dengan tata cara yang salah, terutama ketika mengusap rambut, telinga, dan membasuh kaki. Padahal ketika membasuh rambut dan telinga, hanya dilakukan satu cidukan saja dan tidak dipisah. Sedangkan untuk membasuh kaki, yang benar adalah sampai kedua mata kaki saja, bukan sampai lutut. Dan ini terjadi karena kefakiran saya terhadap ilmu fiqih yang sesuai pemahaman Salafush Shalih. Oleh sebab itu pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengetahuan mengenai fiqih wudhu yang benar disertai dengan video penunjang. Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian yang mungkin saja juga belum tahu. Read more…

Categories: Fiqih, Ilmu agama

Bagaimana Hukum Arisan?

May 17, 2011 Leave a comment

Adakah di antara kita yang masih belum mengetahui apa itu arisan? Dikutip dari wikipedia, Arisan adalah sekelompok orang yang mengumpul uang secara teratur pada tiap-tiap periode tertentu. Setelah uang terkumpul, salah satu dari anggota kelompok akan keluar sebagai pemenang. Penentuan pemenang biasanya dilakukan dengan jalan pengundian, namun ada juga kelompok arisan yang menentukan pemenang dengan perjanjian.

Lantas, bagaimanakah sebenarnya hukum arisan dalam pandangan Islam? Akan kita ketahui bersama melalui artikel singkat ini. Simak baik-baik: Read more…

Categories: Hukum Islam, Ilmu agama

Hukum Nasyid

May 17, 2011 Leave a comment

Oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Pertanyaan
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : Banyak beredar di kalangan pemuda muslim kaset-kaset nasyid yang mereka sebut “an-nasyid Islamiyyah”. Bagaimana sebenarnya permasalahan ini ?

Jawaban
Jika an-nasyid ini tidak disertai alat-alat musik, maka saya katakan “pada dasarnya tidak mengapa”, dengan syarat nasyid tersebut terlepas dari segala bentuk pelanggaran syari’at, seperti meminta pertolongan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, bertawassul kepada makhluk, demikian pula tidak boleh dijadikan kebiasaan (dalam mendengarkannya,-pent), karena akan memalingkan generasi muslim dari membaca, mempelajari, dan merenungi Kitab Allah Azza wa Jalla yang sangat dianjurkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits-hadits yang shahih, di antaranya beliau bersabda: Read more…

Categories: Bid'ah, Ilmu agama

Orang Terkasih Meninggal, Mengapa Mesti Histeris?

May 17, 2011 Leave a comment

Pernahkah kita membayangkan, ibu kita.. bapak kita.. istri atau suami kita.. anak kita.. atau siapa pun yang sangat kita sayangi.. Meninggal dunia menghadap sang pencipta? Atau jika itu telah kejadian, coba diingat kembali bagaimana rasanya kehilangan mereka? Coba renungkan, seseorang yang telah lama bersama kita, telah banyak kenangan dan kasih sayang yang terukir sangat dalam di hati kita, tiba-tiba tidak bergerak lagi untuk selamanya.

Sebagian orang, karena begitu cintanya meluapkannya dengan penuh kehisterisan, mereka seakan tak sanggup menanggung takdir Allah kehilangan orang tercinta. Bahkan mungkin saja sampai pingsan berkali-kali saking tidak kuatnya menerima kenyataan. Kematian selalu meninggalkan duka dan lara bagi siapa pun.. Namun jika saja manusia itu mengerti, bahwa itu adalah sesuatu ketetapan yang pasti, tidak dapat ditunda kejadiannya karena merupakan bagian dari ketetapan Allah yang sudah tertulis dalam kitap lauhul mahfuz, maka ia akan lebih sabar dan tidak berlebihan dalam mengekspresikan kesedihannya dengan histeris dan meratap. Read more…

Categories: Ilmu agama, Nasihat

Begadang dalam Pandangan Islam dan Kedokteran

May 16, 2011 Leave a comment

Mahasuci Allah yang telah menciptakan malam dan siang, dan yang telah menciptakan rasa kantuk pada makhluknya untuk dapat beristirahat. Malam dan siang adalah tanda kebesaran-Nya, kita memahaminya berdasarkan iman. Sudah sunatullah, dalam satu hari siang dan malam silih berganti saling menggantikan masing-masing 12 jam hingga sampai suatu saat yang telah ditetapkan. Dalam pembagian waktu tersebut Islam telah menetapkan bahwa Malam adalah waktu untuk beristirahat dan siang adalah waktu untuk beraktifitas mencari karunia-Nya. Dalam suratYunus ayat 67 Allah berfirman :

“Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.” (QS. Yunus : 67)

Tidak mungkin Allah menciptakan malam dan siang tanpa maksud apapun. Dan pada yang demikian itu terdapat hikmah dan manfaat yang bisa dicerna oleh orang yang berakal. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, suri tauladan kaum muslimin, tidak pernah menyia-nyiakan waktu malamnya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat (begadang), dan beliau juga tidak pernah memanfaatkan waktu paginya untuk bermalas-malasan. Read more…

Categories: Ilmu agama, Kesehatan